Home » » Perbuatan yang dapat merusak Iman Dan Keislaman seseorang

Perbuatan yang dapat merusak Iman Dan Keislaman seseorang

Written By setia darmawan on Sabtu, 06 Juli 2013 | 19.50.00

A.    PENGERTIAN ISLAM



Pengertian Islam bisa kita bedah dari dua aspek, yaitu aspek bahasa dan aspek istilah.
Menurut bahasa
Dari segi bahasa, Islam berasal dari kata salima yang mengandung arti selamat dan damai. Dari kata salima, selanjutnya diubah menjadi bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian.

Menurut Istilah
Adapun dari segi istilah, (ditinjau dari sisi subyek manusia terhadap dinul Islam), Islam adalah ‘ketundukan seorang hamba kepada wahyu Ilahi yang diturunkan kepada para nabi dan rasul khususnya Muhammad SAW guna dijadikan pedoman hidup dan juga sebagai hukum/ aturan Allah SWT yang dapat membimbing umat manusia ke jalan yang lurus, menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat

Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam [Surat Ali Imron ayat 19]

.الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا.
Pada hari ini telah Aku (Allah) sempurnakan agama (Islam) bagi kalian, dan telah aku sempurnakan nikmat-Ku untuk kalian dan aku ridho Islam sebagai agama kalian ... [Surat al-Maidah ayat 3]


1
 Kesimpulannya, Islam secara bahasa berarti tunduk, patuh, dan damai. Sedangkan menurut istilah, Islam adalah nama agama yang diturunkan Allah untuk membimbing manusia ke jalan yang benar dan sesuai fitrah kemanusiaan.

B.     PENGERTIAN IMAN
Menurut bahasa Pengertian iman adalah membenarkan. Sedangkan menurut istiah Syar’i, Pengertian iman adalah menyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan serta membuktikanya dengan amal perbuatan.
Pengertian Iman dan Rukun Iman
1.      Iman Kepada Allah
2.      Iman kepada malaikat-malaikat Allah
3.      Iman kepada kitab-kitab Allah
4.      Iman kepada rasul-rasul Allah
5.      Iman kepada hari kiamat
6.      Iman kepada qodar

Rukun iman yang terdapat dalam pengertian iman ini di sebutkan dalam hadist, ketika malaikat jibril bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang iman , lalu beliau menjawab : artinya “( Iman adalah ) engkau percaya kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya, hari akhir, dan percaya kepada taqdirNya, yang baik dan yang buruk” 

C.    HAL-HAL YANG DAPAT MERUSAK KEISLAMAN DAN KEIMANAN SESEORANG           


I.                        Orang Islam yang Mencampuri Ibadahnya dengan Keyakinan dan Perbuatan Syirik

Syirik adalah segala keyakinan dan amalan yang semestinya hanya untuk Allah tetapi dilakukan untuk selain Allah. Contoh-contoh nyata keyakinan dan perbuatan syirik antara lain:

I.                          Berdoa, mengharap, minta pertolongan, berpasrah diri kepada selain Allah.
Berdoa kepada jin, memanggil atau meminta wangsit atau minta pertolongan kepada orang yang sudah mati agar hajatnya diberi kelancaran dan keberhasilan.

II.                        Rasa takut kepada selain Allah, seperti takutnya kepada tempat keramat, takut kualat / mendapatkan malapetaka jika tidak mengikuti aturan-aturan yang dibuat jin, juru kunci kuburan atau juru kunci tempat-tempat keramat..

III.                        Menyembelih hewan untuk selain Allah, yaitu menyembelih hewan-hewan tertentu dengan syarat-syarat tertentu dengan niat untuk persembahan, sesajen, hadiah, mahar, tebusan sebagai syarat untuk mendapatkan keselamatan, terhindar dari mara bahaya atau agar keinginannya dapat terkabul.


IV.                        Nazar untuk selain Allah Misal; “Kalau cita-cita saya berhasil, saya akan memberi hadiah pada kuburan keramat di desa”.Semua amalan dan keyakinan tersebut masuk dalam kategori syirik besar dan pelakunya menjadi musyrik, kafir, keluar dari Islam.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni apabila mereka menyekutukanNya, dan Allah mengampuni dosa selain syirik bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Barang siapa yang berbuat syirik maka sungguh ia telah melakukan perbuatan dosa besar. [Surat Annisa ayat 48] 



II.                        Menjadikan Manusia / Makhluk sebagai Perantara Untuk lebih Mendekatkan diri kepada Allah

Meyakini bahwa seorang tokoh dapat memberikan safaat di hari kiamat, sehingga kuburannya selalu diziarahi dan dikeramatkan, hari lahir dan kematiannya selalu diperingati, benda-benda peninggalannya dan apa-apa yang berkaitan dengannya diyakini membawa barokah. Anggapan bahwa hanya tokoh-tokoh tertentu atau orang-orang khusus yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan manusia pada umumnya tidak mampu. Sehingga timbul keyakinan bahwa umumnya manusia harus mendekatkan diri pada orang-orang khusus tersebut supaya bisa dekat dengan Allah.

III.                        Praktek Sihir dan Perdukunan (syirik)

Syirik adalah memalingkan bentuk peribadatan kepada selain Allah atau menyamakan Allah dengan mahluk dalam hal-hal semestinya bagi Allah, karena merupakan hak-Nya.Seperti Praktek sihir dan Perdukunan. 
Bentuk-bentuk praktek sihir dan perdukunan antara lain:
·         Praktek sihir dan perdukunan yang membuat orang celaka, apes, sakit, bangkrut, menderita bahkan dapat membunuh orang. Contoh nyata adalah santet, tenung, jengges dan lain-lain.
·         Guna-guna menggunakan barang dan atau mantra-mantra yang bertujuan menjadikan sesorang senang atau sebaliknya benci, seperti; pelet, jaran goyang, semar mendem dan lain sebagainya.
·         Hipnotis yaitu praktek sihir yang membuat orang tertidur atau terbawa ke alam bawah sadar.
·         Magic yaitu aksi-aksi atau atraksi-atraksi fantastis dengan mengandalkan kekuatan magic yang semua itu merupakan praktik minta tolong pada jin
·         Segala jenis ramalan ghaib untuk mengetahui nasib seseorang atau kejadian-kejadian akan datang dan menebak barang yang hilang dengan menggunakan berbagai media dan perantara.
Orang-orang yang telah mempraktikkan sihir dan perdukunan tersebut, mengajarkan atau memerintahkan / meminta orang lain untuk praktek sihir dan perdukunan itu hukumnya dia telah musyrik dan menjadi kafir.

...وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ....
Dan setiap Harut Marut mengajarkan sihir kepada seseorang ia selalu berkata,”Sesungguhnya kami adalah fitnah (bagimu) maka janganlah kamu kufur (terhadap Tuhanmu)”. Surat Al-Baqarah ayat 102
 


IV.                        Condong pada Kaum Musyrik, Kafir dan Jahiliyah


Salah satu bentuk kekafiran umat adalah:
·         apabila ia merasa condong, mempunyai rasa cinta kepada kaum musyrik, kaum kafir atau orang jahiliyah.
·         Mendukung, menolong dan loyal pada orang kafir untuk melemahkan dan mengalahkan Islam dan kaum Muslimin.
·         Mengidolakan orang-orang tidak beriman / non-Muslim dengan cara meniru gaya, ucapan, mode dan perbuatan mereka yang bertolak belakang dengan hukum Islam.
·        Mengagumi agama non-Islam dan menganggap agama mereka lebih baik, lebih damai, lebih tenteram, lebih manusiawi dan tidak banyak aturan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِين
Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai kekasih, mereka adalah kekasih satu sama lain, dan barang siapa diantara kalian yang mengasihi mereka maka ia termasuk golongan mereka dan Allah tidak mengasihi orang-orang yang berbuat aniaya. [Surat Al-Maidah ayat 51]



V.                        Tidak Menghukumi Kafir pada Orang Musyrik


Kekafiran dalam kategori ini antara lain:
·         Menganggap orang-orang yang mengerjakan praktik-praktik syirik seperti: ibadah di kuburan, menyembelih hewan untuk jin dll, masih Islam dengan alasan masih mengucapkan syahadat. Fakta dalil bahwa orang-orang yang berkeyakinan dan berbuat syirik maka hancur lebur amalannya dan diancam neraka oleh Allah SWT sekalipun ia mengaku Islam dan masih mengucapkan dua kalimat syahadat
·         Faham plularisme yang menganggap semua agama sama-sama benar.


VI.                        Berpaling dari Agama Allah


Bentuk nyata berpaling dari Agama Allah adalah tidak mau mempelajari / mengkaji / memahami Al-Quran dan Sunnah Nabi (Al-Hadist) dan juga tidak mengamalkannya, terutama akidah yang wajib diketahui seperti Rukun Islam, Rukun Iman dan lain sebagainya. Orang-orang yang berpaling dari Agama Allah beranggapan bahwa:

·         Semua agama sama benarnya karena semua agama tujuannya adalah ibadah kepada Allah
·       Termasuk berpaling dari agama Allah adalah orang-orang munafik yaitu orang yang belajar dan menguasai ajaran Islam namun ilmunya hanya di bibir saja, tidak diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari. 

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sungguh-sungguh Aku (Allah) jadikan isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. [Surat Al-Arof ayat 179}


VII.                        Benci Terhadap Peraturan Allah dan Peraturan Rasulullah SAW

Seseorang yang benci dengan salah satu saja peraturan-peraturan yang dibawa oleh Rasulullah SAW cukup membuat rusak Islamnya dan jatuh pada kekafiran.



VIII.                        Menganggap Petunjuk dan Hukum Nabi Muhammad SAW lebih rendah daripada petunjuk dan hukum buatan manusia.

Petunjuk dan hukum Nabi meliputi; agama, perbuatan, ajaran dan akhlak. Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang paling sempurna petunjuknya dan paling bagus budi pekertinya.
Contoh nyata kekafiran model ini adalah:
·         Faham yang mengedepankan kebebasan berfikir, berpendapat dan bersikap dengan meninggalkan nash-nash dari Quran maupun Hadist. Penganut faham ini menjadikan akal / logika sebagai tolok ukur dalam kebaikan dan kejelekan.
·         Faham yang menganggap hukum selain syareat Islam lebih cocok, lebih relevan bagi kehidupan moderen, lebih adil, lebih konkrit, lebih sesuai dengan hak asasi manusia. Padahal seseorang yang beranggapan hukum Islam sama dengan hukum buatan manusia sudah cukup membuat ia menjadi kafir atau murtad dari Islam, apalagi menganggap hukum buatan manusia biasa lebih baik daripada hukum Islam, jelas lebih sangat kufurnya.

D.    KESIMPULAN
Hal-hal yang dapat merusak iman dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      Syirik dalam beribada kepada Allah Swt
2.      Bertawasul kepada mahluk lain
3.      Tidak mengkafirkan orang yang telah nyata kafir
4.      Mereka yang lebih berkeyakinan bahwa ideologi dunia ini lebih baik dari pada yang dibawa oleh nabi muhammad saw
5.      Membenci apa yang dikatakan sebagai sunnah rasulullah saw
6.      Agama dan hukum islam menjadi bahan sendan atau mainan
7.      Menilik nasib dan bermain sihir
8.      Membantu orang kafir dalam nenentang islam
9.      Mempercayai bahwa keluar dari agama islam dan memasuki agama lain tidak menjadi kesalahan karena semua agama adalah sama
10.  Menolak sebahagiaan dari pada hukum agama islam
Hal-hal yang merusak iman sehingga dapat membatalkan syahadat yang memiliki konsekuensi kekufuran kepada Allah yaitu:
1.      Bertawakal Dan Bergantung Pada Selain Allah
Allah berfirman (Qs. 5 : 23 ) yang artinya
 “Dan hanya kepada Allah lah kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman
2.      Bekerja / beraktivitas dengan tujuan selain Allah
Karena sebagai orang muslim, seyogyanya kita memiliki prinsip : (QS. 6 : 162)
قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
 “Katakanlah : sesungguhny shalatku, ibadahku, hidupk dan  matiku hanyalah untuk Allah, tuhan semesta alam
3.      Membuat Hukum / Perundangan Selain Dari Hukum Allah
Allah berfirman  (QS. 5 : 57) yang artinya
 “Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan dia pemberi keputusan yang paling baik
4.       Mejalankan hukum selain hukum Allah
Allah berfirman (QS. 5: 44) yang artinya
Dan barang siapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan Allah (Al-Qur’an), maka mereka itu adalah orang-orang kafir



E.     SARAN
·         Sebagai umat islam, hendaklah kita berpegang teguh pada agama kita sendiri dan jangan ikut campur dengan agama lain.
·         Sering-seringlah beribadah kepada Allah SWT, Dengan cara berdzikir, shodaqoh, sholat malam, dan puasa sunnah.
·         Jangan mudah terpengaruh dengan budaya barat yang menyesatkan, Perpegang teguhlah pada sumber hukum ajaran islam yaitu Al-qur’an dan hadits.

·         Hindari perbuatan-perbuatan yang kita tidak tau asal-usulnya.

Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Ranting

Kunjungan dari

Pengunjung

Flag Counter

Google+ Followers

Pengikut

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Blog's Komunikasi Setia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger