Home » » Persiapan Membuat Film

Persiapan Membuat Film

Written By setia darmawan on Monday, July 23, 2012 | 12:09:00 AM

Persiapan Membuat Film



        A.    Bagian Produksi

1.      Executive Producer
Seorang Executive Producer bertanggung jawab untuk memimpin produksi berbagai program televise. Misalnya drama, serial drama, film documenter, drama documenter dan program siaran lainnya. Tugas Executive Producer adalah mengontrol kualitas keseluruhan proses produksi dan memastikan bahwa bahwa produk akhir yang dihasilkan sesuai dengan target dan spesifikasi yang diinginkan komisaris perusahaan. Executive producer juga bertanggung jawab untuk memilih proyek-proyek berharga dalam menyajikan progam siaran dan setiap langkah yang diambil bisa menjamin kesuksesan di pasar.
Biasanya seorang Executive produser terlibat dalam pengembangan gagasan tersebut hingga menjadi sebuah naskah dan mencarikan sutradara atau produser yang tepat untuk mewujudkan sekenario menjadi sebuah film, kedudukannya nyaris sejajar dengan sutradara atau produser.

2.      Producer
Dalam dunia pertelivisian, Produser merupakan orang yang memproduksi sebuah acara televisi, bukan membiayai atau menanam investasi dalam sebuah produksi acara televisi. Tugas produser adalah memimpin seluruh tim produksi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan bersama, baik dalam aspek kreatif maupun manajemen produksi. Seorang produser juga terlibat secara tidak langsung dalam pekerjaan lainnya, seperti pada pencarian bakat, penulis scenario, penyuting gambar, dan sebagainya.

3.      Associate Producer
Associate Producer bisa disebut juga dengan Produser pendamping dan merupakan orang yang memiliki suara penentu dalam proses pembuatan sebuah film. Associate Producer seringkali tidak terlibat dalam pembuatan film secara langsung.
Associate Producer secara umum tugasnya adalah membantu Executive produser dan line produser. Biasanya jabatan ini diberikan kepada orang yang membawa bagian penting ke produksi.

4.      Line Producer
Line produser atau yang paling tepat disebut sebagai produser pelaksana, yaitu produser yang menjaga “lini” atau “garis” produksi. Bisa diartikan sebagai ‘batas” anggaran.

5.      Creative Producer
Creative Produser yaitu seseorang yang bertanggung jawab khusus untuk menangani proses penciptaan karya-karya kreatif. Seorang Creative Produser akan bekerjasama dengan bidang-bidang lainnya, terutama dengan Producer dan Executive Producer mengenai pengembangan konten baru dan berbagai fitur dalam program acara yang dikerjakan, selain itu creative producer juga bertanggung jawab atas anggota tim kreatif di bawahnya. Ia harus memastikan seluruh komponen dalam proses produksi, termasuk para actor dan aktris.
  
         B.     Bagian Technical Support

1.      Lighting
Penataan cahaya atau disebut dengan Lighting Man, penting untuk sebuah produksi progam acara televisi. Seorang lighting Man harus mengetahui teknik pencahayaan.

      Pencahayaan televise dan film memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :
Ø  Menyinari Objek
Ø  Menciptakan gambar dan tampilan yang artistic
Ø  Menghilangkan bayangan yang tidak perlu, atau menciptakan bayangan yang diperlukan.
Ø  Membuat effect khusus

3 poin dalam Pencahayaan / Lighting
Ø  Key Light adalah pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. key light merupakan pencahayaan paling dominan. Key light di tempatkan pada sudut 45 derajad diatas subjek.
Ø  Fill Light adalah pencahayaan pengisi, biasanya digunakan untuk menghilangkan bayangan objek yang disebabkan oleh key light. fill light ditempatkan bersebrangan dengan subjek. Intensitas pencahayaan fill light biasanya setengah dari key light
Ø  Back Light adalah pencahayaan dari arah belakang objek, memberikan dimensi agar subjek tidak “menyatu” dengan latar belakang. Pencahayaan ini diletakkan 45 derajat dibelakang subjek.

2.       Sound man
Sound man adalah seseorang yang bertanggung jawab mengatur kualitas audio/suara yang dihasilkan pada saat pengambilan gambar. Sound man juga berperan sangat penting dalam produksi sebuah program acara televisi.
Sound man bisa menambah effect suara yang dibutuhkan ketika program siaran berjalan. Seorang sound man tidak hanya harus berada di studio , ketika proses editing film atau acara berlangsung, sound man dibutuhkan untuk memotong atau memfilter suara-suara yang tidak perlu atau mengganggu.

3.      Editor
Editor adalah seorang yang melakukan pnyutingan gambar pada saat paska produksi. Jadi editor bekerja setelah proses produksi selesai. Namun kini editor sudah dilibatkan bahkan sebelum produksi dimulai. Oleh produser dan sutradara , editor diminta untuk memaparkan konsep editing apakah yang akan digunakan pada saat nanti akan melakukan penyutingan gambar.
Film yang kita saksikan di televisi merupakan serangkaian ratusan bahkan ribuan gambar yang sebelummya disusun oleh editor gambar tersebut dipilih, dipotong dan disambung menjadi sebuah adegan. Editor menyusun Shot-shot tersebut sehingga menjadi sebuah scene, kemudian dari penyusunan beberapa scene tersebut digabung menjadi Sequence, dan pada akhirnya kumpulan Sequence itu tercipta sebuah film yang utuh.
Ibarat menulis cerita, sebuah shot bisa dikatakan kata, Scene adalah kalimat, dan sequence adalah paragraph. Hanya seorang Editor yang baik dan Kreatif mampu menutupi semua kekurangan yang dialami ketika proses pengambilan gambar. Sehingga penonton tidak pernah tau dimana letak ketidak sempurnaan itu.
       
           Tahapan Editing Untuk Film Fiksi
Ø  Logging : Mencatat dan memilih gambar yang akan kita pilih berdasarkan timecode yang ada dalam masing-masing kaset.
Ø  NG Cutting : Memisahkan shot-shot yang tidak baik
Ø  Capture/Digitize : proses memindahkan gambar dari kaset ke computer
Ø  Assembly : Menyusun gambar sesuai dengan Skenario
Ø  Rough Cut : Hasil edit sementara. Masih sangat mungkin akan terjadinya perubahan sebelummenjadi produk siap tayang.
Ø  Fine Cut : Hasil edit akhir, setelah mencapai tahapan ini, susunan gambar sudah tidak bisa lagi berubah.
Ø  Visual Graphic : penambahan unsur-unsur graphic dalam film. Seperti Text, animasi, color grading, dan sebagainya.
Ø  Sound Editing : proses editing dan penggabungan suara. Meliputi dialog, music dan efek suara.
Ø  Married Print :  proses penggabungan suara dan gambar menjadi satu kesatuan.
Ø  Master Edit : Hasil akhir Film.

Tahapan Editing untuk Film Dokumenter
Ø  Preview hasil shooting : Sebelum melakukan penyutingan gambar Preview hasil Shooting. Semua materi harus dilihat oleh editor.
Ø  Logging : Mencatat dan memilih gambar yang akan kita pilih berdasarkan timecode yang ada dalam masing-masing kaset
Ø  Paper Edit : Bisa juga disebut sebagai Pro-Shot script yang membedakan antara feature film dengan documenter.
Ø  Editing Assembly : Dilakukan untuk melihat gambaran secara umum documenter tersebut. Dalam editing assembly belum ada music, voice over, serta effect.
Ø  Rought Cut : Pemotongan kasar. Editor sudah membuat kontruksi cerita sesuai dengan post-script yang sudah dibuat sebelumnya.
Ø  Fine Cut : Merupakan proses editing akhir sebelum film documenter tersebut benar-benar akan dirilis. Dan sudah ditambahkan music ilustrasi serta effect. Hasil editing fine cut sudah bisa dipersentasikan.

             C.    Bagiann Art Support
Art support adalah seseorang yang mengatur prooses produksi siaran TV yang didalamnya terdapat beberapa devisi yaitu set design, wardrobe, make up dan property.
Berikut ini adalah pembagian kerja dalam tim Art Support :
1.      Set Design : berfungsi membangun sebuah set panggung untuk pertunjukan acara televisi. Cara membuat set design bisa dilakukan dengan menggunakan software-software seperti 3D studio Max, maya, dan 3D studio.
2.      Wardrobe : nama lain dari wardrobe adalah lemari dinding, yaitu sebuah ruangan yang menyatu dengan tembok. Namun, dalam dunia Pertelevisian islitah wardrobe dikaitkan dengan masalah pakaian atau kostum pemain itu sendiri, bukan tempat penyimpanan.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan pakaian yang akan digunakan dalam proses produksi film, Yaitu :
Ø  Hindari pakaian yang bercorak garis-garis kecil, biasanya akan menimbulkan Flickr dan tidak akan tertangkap kamera dengan jelas.
Ø  Jangan memilih pakaian dengan motif kotak-kotak kecil, karna hal ini juga mengakibatkan hasil visual yang kurang bagus dan bisa mengganggu pandangan.
Ø  Hindari kostum yang berwarna putih mengkilap apalagi tanpa corak.

3.      Make UP : adalah seni menggunakan bahan-bahan kosmetik untuk mewujudkan wajah yang akan diperankan. Make up berfungsi untuk menampilkan watak seorang karakter yang akan dimainkan.
Ciri-ciri yang harus diperhatikan saat merias wajah :
Ø  Garis-garis wajah yang tajam.
Ø  Warna-warna yang dipilih mencolok dam kontras.
Ø  Make up artis harus mewujudkan gambaran watak yang diperankan , seperti : keturunan, ras, usia, kepribadian, kesempurnaan jasmani, model busana, lingkungan, dan pendidikan.

4.      Properti :  Tim properti adalah bagian yang bertanggung jawab menyediakan peralatan pendukung dalam produksi. Seseorang yang menangani property harus mempunyai kemampuan sebagai berikut :
Ø  Mengembangkan dan menerapkan desain untuk layar.
Ø  Mengatur produksi property untuk peralatan.
Ø  Memperbaiki, memelihara dan melakukan perubahan pada property.

           D.    Bagian production operation
Bagian ini adalah bagian dimana proses produksi siaran mulai berjalan. Mulai dari unit tertinggi hingga unit terendah.
Ada bagian-bagian unit yang harus diperhatikan dalam bagian production ini, diantaranya adalah :
1.      Unit Production Manager
Unit ini biasanya disewa oleh Produser acara film atau televise dan bertanggung jawab untuk mengelola produksi dan mengatur biaya pengiriman film serta kisaran budget pembuatan program acara atau produksi siaran.
Unit production manager bertanggung jawab atas perencanaan yang lebih rinci dan pelaksanaan diluar anggaran  produksi.

2.      Unit Talent
Unit talent adalah devisi yang bertanggung jawab untuk merekrut para actor atau pengisi acara dalam sebuah program acara.
Pemeran atau artis harus berkepribadian menarik, memiliki ketahanan fisik yang baik, sesuai dengan karakter yang diperankan, memiliki kemampuan acting, mampu bermain watak,  mempunyai bakat khusus, mampu bermain drama/teater, vocal yang bagus dan memiliki keberanian, tidak mudah putus asa dan sebagainya.

3.      Unit Sponsorship
Unit sponsorship adalah divisi untuk mencari pihak-pihak yang ingin mendanai dan melancarkan segala biaya yang dikeluarkan dalam produksi acara. Pihak yang mendanai tidak terpaku pada satu institusi, perusahaan atau lembaga perseorangan saja. Disini satu program acara bisa didanai oleh lebih dari satu perusahaan atau sponsor.

4.      Unit Production Research
Unit ini berfungsi sebagai pencari informasi yang dapat digunakan untuk mengeksplorasi banyak sisi dari sebuah program acara.

5.      Unit Administration
Administrasi sangat dibutuhkan untuk mengatur anggaran biaya dari pihak sponsor atau donator yang memberikan kepercayaan untuk mengatur uang mereka.
Tanggung jawab dari unit administrasi adalah :
Ø  Melaksanakan kegiatan surat-menyurat, dokumentasi dan pengarsipan.
Ø  Membuat rencana dan mengevaluasi kerja harian dan bulanan untuk memastikan tercapainya kualitas target kerja.
Ø  Membuat perkiraan biaya akhir tahunan yang berkaitan dengan administrasi.
Ø  Menyiapkan kebutuhan dan pengadaan seluruh peralatan yang dibutuhkan.

Tulisan ini berisikan tentang bagian-bagian yang menjelaskan persiapan awal sebelum membuat film, yaitu bagian produksi, bagian technical support, bagian Art support, dan bagian Production Operation.
 Untuk selanjutnya kita memasuki Tahap Produksi yaitu : Pra Produksi, Produksi, Pasca Produksi.


            Referensi :
 Dodoy Rusnandi & Rahmawati indah. Berkarir di Dunia Broadcast. Laskar Aksara : Bekasi
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Ranting

Kunjungan dari

Pengunjung

Flag Counter

Google+ Followers

Followers

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Blog's Komunikasi Setia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger